Sunday, 6 September 2015

Menjangka yang Tidak-dijangka

Bismillahhirahmanirrahim.


Manusia serba kekurangan tetapi mereka mengharap lebih ; sesuatu yang luar biasa. Tetapi diri sendiri ini lemah tiada daya.

Sesuatu pengharapan tanpa usaha itu sia-sia.

Angan-angan imaginasi tanpa mencipta langkah pertama itu tak mencapai pada realiti.

Kenapa adanya pengharapan(?)
Kenapa kita tunggu pada pengharapan(?)

Huh.

Aku pelik. Kadang-kadang apa yang diharapkan tidak berlaku, apa yang dinginkan tidak terjadi. Kadang-kadang itu pula pengharapan itu terjadi tapi tidak pada waktu yang dinantikan. Dan kadang pula, pengharapan kita capai realiti, lupa pula kita untuk mensyukuri.

Fitrah manusia; mahukan keajaiban tetapi tidak mahu guna tongkat sakti(usaha)

Tetapi salahkah untuk mengharap atau menunggu ia(sesuatu) terjadi dengan keajaiban.(cth) Aku sayang kau, bila kau nak sayang aku? Eh.

Fikir balik.

Kita menunggu A+ bergolek atas red karpet, tapi kita biarkan diri kita berbogel(tanpa ilmu) di atas red karpet. Tak cun, bro!

Dalam pengharapan sesuatu, k e p e r c a y a a n  kepada Allah dan  k e b e r k a t a n -Nya adalah sangat berkaitan mati. Sangat penting, Percaya adalah satu telepati kuat dan utuh dalam hubungan Tuhan dan hamba.

Apa guna hidup tanpa r e d h a  Allah, bro!


--

Pengharapan tentang keajaiban adalah sangat dinantikan kita(manusia), akan tetapi keajaiban Allah adalah sesuatu yang berada di luar keajaiban !