Friday, 25 December 2015

Hasutan;

Kalau kau mahu tunduk pada syaiton, sungguh lakukanlah maksiat. Kau pula mahu menjadi ikutan sebagai tali barutnya, kau mengajak yang lain mengikut serta. Ajakan kau diterima dek lihat kau tersenyum bersembunyi di balik topeng. ((Tak cool weh, ajak orang buat maksiat. Ajak buat baik baru best))

Anak cucu adam ini bagaikan suatu tebusan yang digari lengan dan kaki. Cucu adam ini akan dibuka garinya pabila mereka-mereka(syaitons) berjaya buatkan manusia terhasut dengan kecelakaan.

Atau anak cucu adam ini terlepas dengan gari yang hancur berderai atas taatnya sang cucu pada Tuhan Azzawajal kerana diberi iman dan ketaqwaan yang puncak.

Saat maksiat jadi Tuhan, syaiton dah tak kacau, dia goyang kaki.

Sunday, 6 September 2015

Menjangka yang Tidak-dijangka

Bismillahhirahmanirrahim.


Manusia serba kekurangan tetapi mereka mengharap lebih ; sesuatu yang luar biasa. Tetapi diri sendiri ini lemah tiada daya.

Sesuatu pengharapan tanpa usaha itu sia-sia.

Angan-angan imaginasi tanpa mencipta langkah pertama itu tak mencapai pada realiti.

Kenapa adanya pengharapan(?)
Kenapa kita tunggu pada pengharapan(?)

Huh.

Aku pelik. Kadang-kadang apa yang diharapkan tidak berlaku, apa yang dinginkan tidak terjadi. Kadang-kadang itu pula pengharapan itu terjadi tapi tidak pada waktu yang dinantikan. Dan kadang pula, pengharapan kita capai realiti, lupa pula kita untuk mensyukuri.

Fitrah manusia; mahukan keajaiban tetapi tidak mahu guna tongkat sakti(usaha)

Tetapi salahkah untuk mengharap atau menunggu ia(sesuatu) terjadi dengan keajaiban.(cth) Aku sayang kau, bila kau nak sayang aku? Eh.

Fikir balik.

Kita menunggu A+ bergolek atas red karpet, tapi kita biarkan diri kita berbogel(tanpa ilmu) di atas red karpet. Tak cun, bro!

Dalam pengharapan sesuatu, k e p e r c a y a a n  kepada Allah dan  k e b e r k a t a n -Nya adalah sangat berkaitan mati. Sangat penting, Percaya adalah satu telepati kuat dan utuh dalam hubungan Tuhan dan hamba.

Apa guna hidup tanpa r e d h a  Allah, bro!


--

Pengharapan tentang keajaiban adalah sangat dinantikan kita(manusia), akan tetapi keajaiban Allah adalah sesuatu yang berada di luar keajaiban !

Tuesday, 16 June 2015

Transparen.

070615

Dimana aku hilang
Sekali lagi menjadi asing
Sukar menjadi diri sendiri
Untuk menonjol siapa diri ini

Sekali lagi
Aku seperti halimunan
Yang transparen melalui sesak manusia
Mereka-mereka yang lupa aku ada disebelahnya
Disana aku pendengar setia
Tapi mereka kata aku tiada(?)

Aku tersenyum dalam monolog
Kehidupan yang tidak kelihatan
Di balik menyelusuri himpunan cerita manusia-manusia

Sekali lagi aku tersenyum
walau hijab mereka tidak terbuka untuk melihat aku.

Saturday, 23 May 2015

What does mean 'be yourself(?)'


Anime ; Barakamon
Song ; Rashisa
By ; Super Beaver
Status ; ((not complete watch yet ._.))


What does it mean to “be yourself”?

“Stand out” and be different!
Those words were printed in bold on the cover
Of a magazine in the convenience store

What does it mean to “be yourself”?
As a child, I never gave it a second thought
If there was something I didn’t like, I got mad
If there was something I liked, I said so

But we all change, in time
As do the things we want to protect

From a treasure known to only you
To a fa├žade that exists purely to be seen

The more you become an adult
The more you become capable of regret

But you know, despite all that
There are things you start to realize

So I’m just going to be myself
And you can just be yourself, too
I don’t think we need to have
All the answers right from the start

Because I’m not you
Just as you’re not me, so

Join hands with the person passing by
That’s how love starts to bloom
That’s the way it works

I wonder what it means to “be yourself”
Time may pass
But it can’t erase what’s truly important

So a life ever changing is the way to go


((Japan))

Jibun rashisa tte nan da?

“Hito to wa chigau” de sa wo tsukero
Konbini no zasshi koonaa
Hyoushi ni futoji de kaite atta

Jibun rashisa tte nan da?
Kodomo no koro wa ki ni mo sezu
Ki ni iranakereba okotte
Suki na mono wo suki da to itte

Bokura wa kawatte iku
Mamoritai mono ga kawatte iku

Rikai sarenai takaramono kara
Rikai sareru tame no tatemae he

Otona ni naru hodo
Koukai suru ikimono ni naru

Demo ne soredemo ne
Mieru mono ga aru n da yo

Dakara boku wa boku rashiku
Soshite kimi wa kimi rashiku tte
Hajime kara sagasu you na
Mono de wa nai n da to omou n da

Boku wa kimi ja nai shi
Kimi mo boku ja nai kara

Surechigau te wo tsunagu
Soko ni wa ai datte umareru
Sou iu mon sa

Jibun rashisa tte nan darou
Kaerarenai taisetsu ga aru kara

Kawari yuku seikatsu ga tadashii

Wednesday, 4 March 2015

Aku seorang yang gagal





Masa cuti Raya Cina

Nabila datang rumah ziarah kami sekeluarga. Aku pun macam tak peliklah sebab ada orang baru kat rumah.

Kami rapat tapi tak sangat( buat buat faham jelah). Then as usually Nabila akan lepak kat bilik sambil belek novel. After that kitorang beborak pasal study well kami sesama spm.
Ayat dia memang buat aku feel gile.

"Macam mana study? Okay?" Nabila tanya aku sambil makan roti.

Aku gelak then diam.

Then nabila tanya balik "Kenapa tak okay ke?"

Aku pun mengeluh dan mula bersuara "Huh, not the best and not even better one"

"Takpa usaha lagi."

"Abil, bila rasa kuat usaha tapi hasil kosong, hati dan otak sakit tau. Unvalueble."

Nabila tepuk bahu aku.

"Tapi bila satu hari tu, tetiba kau akan dapat hasil gempak macam mana?"

"Abil, apa apa aku buat dan berusaha takkan dapat apa yang aku expect"

"Kau bukan tuhan yang mampu merealisasikan apa yang kau expect."

Terdiam aku.

Pastu dia kata "Benda yang kau expect kau dapat tapi takdapat, itulah ujian kau. Allah uji kau, Allah nak tengok setakat mana kau mampu naik tangga yang tiada hujungnya."

Peh makan dalam guwa.

Dia kata lagi "Hasil yang paling manis adalah usaha yang sebelumnya gagal tetapi ikhlas lillahitaala"

Nak makan dalam pun takleh sebab hati dah kosong. Okay metafora sangat.

"Okay, Abil."

--

; Kadang-kadang kita lupa Ikhlas itu adalah satu akar umbi kepada kemenangan(hasil)

Dan apabila kita lupa untuk gelak pada sesuatu yang kelakar (sbb stress tahap langit) ; boleh jadi gila. Kbai.

Saturday, 14 February 2015

PAST TENSE

Hello guys and peeps ! A negative day today.


                                             



Sometimes people can't let themselves get rid from the past. But keep telling the others to let it go. Sometimes we told people to be strong, but we keep ourselves weak(despair). Sometimes we asked people to move forward, but we keeping ourselves static and not moving at all. Sometimes we said to people to search new inspiration, but we keep ourselves surround with the past aspiration.

And we keep saying to people 'Be the present' but we let ourselves labyrinth with the past.

Fake(?) Haha.

We keep smiling but deeply in our heart there were thousands thorn. We keep cheering but there was sadness behind it. We pretended to be strong, tbh actually we need someone.

Once, I wanted to disappear from people. They doesn’t need me at all. Because everyone will die, and people will not remembering us isn't ? So, is it necessary for ourselves knowing people, in fact we know they WILL forget us?

I know world is like hell. But reality is hell, tho. And I know when I felt to run away, I just can't.

Well, you can said, world is not wonderland, which there is no heaven here. World is the place we should take it over and not let it taking over. But sadly, we get fire up with wealth of world even we know the world actually lying us(and its hell)

Sorry guys, this post a bit negative. Just take some ibrah from it.

Let say, suddenly someone important for us are so far far far far away. At first, we ignored. But after a long period we felt lost. Why we being like that? Because we are too hoping on him/her on everything we did(do).

I hate the feeling of lost. It sucks and I'm sick with it. 'Feel' is hell. But 'feel' needed to be pain, right?

Hectic life, eh? I'm not despair, but still.

I want to share one funny story. I bet you will laugh.

Back then once, I have tried disappearing(lost contact) myself from people I know which is so important for me(not boyfriend;take this note seriously) I don’t have any either.

So, I keep running from that person. After a long time, I just want that person ask me for come back and don't run away again. But sadly, nothing came through and at that I felt, I'm not needed(?)

Funny right? Waiting for someone that we know he/she will be there for us but its vice versa. Hell.

From there I know, whenever you go, first keep your mom and dad deep bottom in your heart. Because once you lost people that you know(friends or etc.), you will not regret because they will forget. But once you lost your life(family), you can't be alive anymore, now die.

In this world, we need to think twice. World is come up by choices.

Whether we want live our life with past or present.
__
"Kak skee boleh ke kita sayang kawan lelaki kita?"
"Kenapa dorang bukan manusia ke, takpayah sayang?"
"Cakaplah betul betul."
"Betul-betul"
Sepi, dia tak balas text, aku balas lagi
"Setiap manusia ada hak untuk disayangi dan menyayangi."
"Even kat lelaki?"
"Kenapa kalau lelaki?"
"Yelah dorang ada kata jaga ikhtilat lah bagai"
"Ada beza."
"Beza?"
"Tak semestinya kita jaga ikhtilat kita tak boleh sayang mereka"
"Akak ada kata, kalau suka kat seseorang, jauhkan diri. So, orang tu tak layak disayangilah?"
"…"
  Wahai adik-adik sekalian, budak kecik tu buat cara budak kecik eh -________-
Aku bukan budak kecik dah eh, tahun depan aku 18 tau *flip tudung* Haha kbai.


Monday, 9 February 2015

SEMPURNA BUKAN INFINITI

Bismillahhirrahmanirrahim.

Assalammualaikum, alhamdulillah pada hari ini. Lama tak update blog. Lama ternanti nanti ke(?) Eh, ada ke, adeh -.-' *sila baling tomato* Memang aku kuat perasan pun. Orang yang kenal aku memang akan kata gitu. Aku 'buat' kuat perasan untuk bergelak je dengan kawan-kawan.

Gelaklah selagi kotak ketawa anda masih berfungsi. (Okay, banyak tengok spongebob)

Tahun ini last year bermanja dengan ahlul-ahlul sekolah. Last year juga nak gelak sakan dengan kawan-kawan. Last year juga dapat bahan kawankawan. Last year juga dapat nak menangis sesama dengan kawan. Last year juga dapat buat presentation gila-gila. Last year nak kena marah dengan cikgu puas-puas. Last year dapat kenal bebudak junior.L ast year, tinggalkan pusat sumber sekolah yang aku bernaung diatasnya selama 4 tahun. Dan last year juga dapat pandang kerek dengan junior perempuan yang gedik tergelak macam sakai tahap infiniti yang suaranya nyaring lebih dari pontianak! (Sila jaga gelak anda wahai wanita diseluruh dunia)

Well, kuasa veto senior bhai.

Balik pada tajuk entri pada hari ini.

"Anda semua kelas 5 Science 1 ! Kelas elit harapan straight A sekolah ! Andalah kelas yang paling cerdik ! Dan daripada keputusan peperiksaan kelas andalah dapat mengharumkan nama sekolah." Kata setiap guru mengajar dan Pengetua.

Sepertinya terdapat beribu guni yang entah berapa kilonya terbeban di atas aku yang beratnya hanya 37kg (Takdelah keding mana. Jangan jeles,k. Bhahaaa)

Beban? Atau tanggungjawab?

"Biar ada sikt rasa tanggungjawab" - Syukr

Di atas setiap tanggungjawab ada beban pikulannya.

Alhamdulillah, study aku okay but still bukan yang terbaik. Aku akan cuba. Cuma perlukan doa anda, reader. Walaupun tak kenal, aku perlukan doa. Sudi? *buat muka seposen*

Okay, balik pada main point.

Sebagai seorang manusia atau khalifah ,ada peranan masing-masing. Maka itu dipanggil tanggungjawab. Manusia memang memikul banyak tanggungjawab. Tidak kira ia besar atau kecil., sikit atau besar, rahsia atau umum. Tetap tanggungjawab.

Hasil daripada tanggungjawab itu pula?

Ada orang yang akan rasa "Laporan ni ada tak betul, check balik dan hantar petang nanti !"
"Apa punya kerja ni?! Aku suruh buat lain kau buat lain ! Buat balik!"
"Tak lengkap ! Pergi check !"

Kenapa takda yang perfect dimata manusia? Tetapi mata manusia pada dunia terlalu 'sempurna katakoo' Kenapa?

Sebab kesempurnaan yang kasarnya dimata manusia(majikan) adalah sesuatu hasil yang mengikut kemahuannya dan mengikut rasa atau moodnya tika itu. Adil? Tetapi tidak ramai sebegitu, namun masih ada sebilangan.

Kesempurnaan kita pada hasil kerja kita pula adalah kesempurnaan melalui usaha dan penat lelah kita menyiapkan kerja itu.
"Alhamdulillah, dah siap pun. Penat cari maklumat kat buku buku rujukan. Memadai dah ni."

Tapi, kena juga kita lihat dari aspek mata orang lain(majikan). Seperti juga kita bercakap dengan orang, perlu juga kita jaga hati dia.

Pernahlah satu hari, aku gigih tulis cerpen. Lepas tulis aku emailkan kat Zel. Then aku akan minta dia komen atau betulkan apa yang aku silap. Sebab aku bukan profesional. So, adalah juga dia komen. Dan ada terima nasihat dia untuk lebih perbaiki.

Tak kisahlah seteruk mana komen. Terima dengan lapang dada. Dan berusaha buat yang terbaik dari yang tadi. Bukan makinya orang komen itu.

Sempurna bukan infiniti, kawan.

Sifat sempurna yang infiniti adalah Allah SWT. Korang tak mampu mencari sesuatu yang infiniti didunia. Kenapa? Sebab Tuhan ada kuasa menarik balik nikmat itu. Maka kitalah yang meminjam infiniti itu.

Tekan kalkulator kira punya kira punya kira then tekan equal keluar math error itu pun infiniti. Formula infiniti S∞ = a/ 1-r (okay, addmath and baru belajar chap tu ._.)

Maka kiraan itu terlalu infiniti sehingga otak kalkulator takdapat jawab. Inikan pula manusia.

Jadi, dalam membuat sesuatu pekerjaan kena ada Al-Ikhlas barulah kesempurnaan mampu dilihat oleh kedua dua pihak.

Sebab tanpa ikhlas, hasil anda kosong. Mungkin tidak kosong pada zahir tetapi pada batin kita.

Jika perbuatan itu ikhlas kerana Allah SWT ada, maka tiada ragu untuk berjaya. Hipotis diterima.


020215

NOTA DARI 'MALAIKAT'

Beg aku campak ke tepi. Bergegas ke rak buku, ambil sekeping kertas. Melakar suatu perasaan. Perasaan sukar ditafsirkan. Sesuatu yang tidak dijangka. Ya, lagi sekali. Aku rindu dia. Sangat merindui.

Pertemuan kami sangat singkat, tetapi perjalanan hidup antara kami sudah seperti abad yang lamanya. Pertemuan yang tak dijangka.

Dahulu, aku menerima sekeping nota dari seseorang yang aku sendiiri tidak ketahui, tapi aku juga senang dengan kehadiran nota itu. Apa yang mampu aku luahkan adalah, terima kasih.

Jika aku mampu, ingin sahaja aku buka jendela dan jerit sepuasnya.
Jika aku mampu, ingin sahaja aku terbang ke langit mencari gerangan dia.
Jika aku mampu, hendak sahaja aku bawanya ke syurga bersama.

Kerana dia faham aku. Kerana dia ada untuk aku. Kehadiran sekeping kertas itu pasti ada nilainya untuk aku, kerana dia tahu apa yang di alami aku.

Friday, 2 January 2015

Graviti.

Sudah lama aku memerhati gerak geri seorang arjuna yang menjadi santapan hati dalam diam. Sudahku sembunyi dibalik cermin yang merefleksi pandangan belakang untuk terus sembunyi tanpa diketahui.

Gilakah?

Saat aku seorang diri bergelut dengan hati untuk meneruskan santapan hati atau biarkan ia pergi. Tidak mampu aku lepaskan dia yang ku kenali dalam diam selama ini.

Aku mengangkat dagu, melihat ciptaan Tuhan yang agung dimata seorang hamba. Tersenyum melihat bintang yang mengerdip ke arah ku.

Berpaksikan garisan atmosfera, ingin sahaja ku bawa dia jauh melangkah melihat galaksi alam. Melihat meteor yang berlalu pergi melalui rahang langit yang terbentang luas untuk di isi.

Ingin sahaja ku bawa dia berlari menaiki awan, terbang bersama bintang-bintang untuk ke planet zuhal.

Tanpa fikirkan hari mati cuma mengenang hari bahagia yang berputar tidak selaju planet bumi. Mengecap kebahagian infiniti.

Tetapi hakikat sebenarnya, ada garisan graviti yang menolak masuk segala isi imaginasi kepada realiti. Iaitu syariat.

Ampun Tuhan, kerana ku leka mencipta hari bahagia bersama manusia sedang bila ku denganMu lebih mendapat cinta infiniti.

Tuhan, ampuniku.